Loading...
Saturday, 20 Oct 2018

CDC UNSRI

PUSAT PENGEMBANGAN KARAKTER DAN KARIR

Kebiasaan yang Harus Dilakukan untuk Lebih Produktif

Berita Jobseeker | 22 February 2017 17:31 wib
Pernahkah Anda merasa telah bekerja keras seharian, namun tidak bisa menyelesaikan semua pekerjaan? Bahkan saat Anda merasa sangat produktif, namun tidak semua tugas bisa selesai. Meskipun daftar prioritas telah dibuat dan mencoba multitasking, namun di akhir hari, tetap saja ada hal-hal yang tidak selesai. Berikut beberapa kebiasaan baru yang bisa membuat Anda lebih produktif seperti dikutip dari Forbes.com
Meminimalisir keputusan yang mudah
Barack Obama dan Mark Zuckerberg punya kesamaan dalam hal berpakaian. Obama selalu memakai setelan berwarna biru atau abu-abu, sementara Zuckerberg seperti tidak pernah berganti pakaian setiap hari. Mereka tidak mu menghabiskan waktu untuk menghabiskan waktu untuk berdiam di depan lemari dan memikirkan apa yang harus dipakai hari ini. “Sebab, saya harus membuat banyak keputusan (lainnya),” kata Obama pada sebuah wawancara. Mengurangi keputusan kecil di pagi hari bisa membuat otak lebih maksimal untuk mengambil keputusan penting di tempat kerja, sepanjang hari.

Membuka cakrawala
Almarhum Steve Jobs suka belajar banyak hal sehingga bisa tetap inovatif. Anda juga bisa melakukan hal yang sama dengan membaca literatur industri, menonton dokumenter atau bahkan mempelajari hobi baru. Dengan mempelajari berbagai subjek, Anda bisa mengistirahatkan pikiran dari proyek yang sedang dihadapi. Namun, “istirahat” itu justru bisa membuat Anda bisa lebih produktif dan inovatif.

Jangan berlebihan
Mengerjakan sesuatu secara berlebihan adalah musuh bagi produktivitas. Harvard Business Review menemukan bukti bahwa jika seseorang mengerjakan tugas terlalu banyak, maka akan merasa stres dan menekan produktivitas. Katakan “tidak” pada rekan kerja yang meminta bantuan saat Anda sendiri sedang banyak pekerjaan. Jawablah permintaannya dengan sopan. Buatlah mereka mengerti bahwa Anda butuh waktu untuk fokus pada tugas. Namun, saat sedang tidak ada pekerjaan, tentu Anda bisa menawarkan bantuan pada mereka.

Istirahat
Bekerja keras tanpa henti justru menurunkan produktivitas. Sementara istirahat sejenak justru dapat meningkatkan produktivitas. Bekerja terus-menerus, justru akan menurunkan kemampuan untuk fokus. Anda tidak bisa menyaring informasi yang sesuai untuk tujuan utama. Jadi, jika sudah bekerja dalam waktu yang lama, istirahatlah sejenak. Tinggalkan telepon seluler di meja kerja, jalan-jalan keliling ruangan, mengobrol sebentar dengan rekan kerja, keluar ruang kantor sejenak, atau duduk di sudut ruangan yang sepi agar bisa bernafas lega.

Mengutamakan diri sendiri
Mengapa kesehatan dan kesejahteraan karyawan sangat penting? Sebab, para pimpinan perusahaan tahu bahwa seseorang tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik saat sakit. Pegawai harus sehat secara fisik, mental dan sosial. Gunakan waktu untuk berjalan-jalan, bertemu teman, makan makanan sehat dan minum air putih lebih banyak. Anda juga bisa memberikan apresiasi pada rekan kerja yang berprestasi. Ketika kesehatan diri sendiri diutamakan, maka pekerjaan akan lebih mudah. Anda bisa meningkatkan efisiensi kerja.
Link
Dilihat 881 kali